Menu

Rabu, 10 Oktober 2018

MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS VI PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENERAPKAN METODE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DI SD NEGERI TAHUN PELAJARAN 2017/2018


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap guru pasti menginginkan keberhasilan dalam proses pembelajarannya, hal ini dapat diukur melalui evaluasi yang dilakukannya. Keberhasilan atau kegagalan guru dalam menjalankan pembelajaran banyak ditentukan oleh kecakapannya dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang tepat.
Guru dituntut memiliki tingkat profesionalisme tinggi dan keterampilan dalam mengajar. Adanya kemampuan dan keterampilan mengajar ini penting dimiliki dan dilaksanakan oleh guru dalam setiap proses pembelajaran agar aktivitas belajar siswa dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang optimal, sehingga siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Pada dasarnya mengajar merupakan usaha guru dalam menciptakan suasana belajar, strategi dan model pembelajaran yang diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi siswa. Selain itu guru juga memegang peran yang cukup penting dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Sebab apa yang dilakukan guru akan ikut menentukan keberhasilan belajar siswa di dalam kelas.
Proses belajar-mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Belajar adalah perubahan perilaku seseorang akibat pengalaman yang ia dapat melalui pengamatan, pendengaran, membaca dan meniru. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, berfikiran modern, cekatan, pandai, dan bijaksana diperdapat melalui proses membaca, melihat, mendengar, dan meniru. Tentu saja agar tujuan yang ingin diraih guru tercapai maka para guru harus selalu berusaha melakukan inovasi-inovasi dalam melaksanakan tugasnya.
Berkaitan dengan itu, ada sejumlah kompetensi yang harus selalu dikuasai dan ditingkatkan oleh para guru berhubungan dengan tugasnya tersebut, salah satunya adalah kompetensi menggunakan model pembelajaran. Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar peserta didik di kelas. Salah satu kegiatan yang sebaiknya guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan penentuan metode pembelajaran yang akan dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Aspek penting dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran yang dipakai oleh seorang guru. Model pembelajaran adalah suatu perencanaa untuk suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial. Model pembelajaran yang akan di gunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.
Model pembelajaran memiliki peran penting dalam upaya mencapai tujuan dalam pembelajaran. Karena model pembelajaran merupakan kerangka konseptual berupa pola prosedur sistematik yang dikembangkan berdasarkan teori dan digunakan dalam mengorganisasikan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar. Ciri Utama sebuah model pembelajaran adalah adanya tahapan pembelajaran. Tanpa model pembelajaran, materi pelajaran tidak akan berproses secara efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Salah satu cara membuat siswa aktif adalah dengan menciptakan suasana belajar sedemikian rupa sehingga siswa bekerja sama secara gotong royong. Kerja sama siswa ini biasanya diwujudkan dengan penggunaan metode belajar kelompok. Langkah operasional atau cara yang digunakan untuk menerapkan model pembelajaran yang dipilih disebut metode pembelajaran.
Adapun salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat membuat keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen adalah dengan mengunakan Metode Two Stay Two Stray (TSTS). Strategi yang diperkenalkan oleh Spence Kagan, strategi ini pada dasarnya dibangun melalui berfikir, berbicara, dan menulis. Struktur Dua Tinggal Dua Tamu memberi kesemptan siswa untuk membagikan informasi kepada kelompok lain.
Proses pembelajaran dengan menggunakan metode Two Stay Two Stray (TSTS) memiliki manfaat yang besar terhadap siswa, diantaranya adalah siswa menjadi lebih aktif dalam belajar, menambah kekompakan serta rasa percaya diri pada siswa, dan membantu meningkatkan minat dan prestasi siswa.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VI Pada Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Menerapkan Metode Two Stay Two Stray (TSTS) di SD Negeri Tahun Pelajaran 2017/2018”.
B. Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang ada diatas, peneliti merumuskan pertanyaan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud metode TSTS terhadap keaktifan belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Negeri ?
2. Bagaimana penerapan metode TSTS terhadap keaktifan belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen di SD Negeri ?
3. Adakah pengaruh metode TSTS terhadap keaktifan belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen di SD Negeri?
C. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen pada umumnya kurang diminati oleh siswa karena cara mengajar guru yang monoton.
2. Metode dan teknik pembelajaran yang masih konvensional dan terkadang membuat suasana belajar menjadi kurang menyenangkan.
3. Tingkat keaktifan siswa dalam belajar yang masih rendah.
4. Kurangnya respon siswa untuk memperhatikan penjelasan guru ketika proses pembelajaran berlangsung.
D. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian lebih terarah, terfokus, dan tidak menyimpang dari sasaran pokok penelitian. Oleh karena itu, penulis memfokuskan kepada pembahasan atas masalah-masalah pokok yang dibatasi dalam konteks permasalahan yang terdiri dari:
1. Metode yang digunakan yaitu metode TSTS.
2. Minat belajar siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Kristen.
E. Tujuan Penelitian
1.  Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan pembelajaran metode TSTS pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Negeri.
2.  Untuk mengetahui minat belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran metode TSTS pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Siswa SD Negeri.

F. Kegunaan Hasil Penelitian.
a.  Bagi Sekolah, hasil penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan dalam metode pembelajaran sekolah, sehingga proses serta hasil kegiatan belajar mengajar optimal.
b.  Bagi Guru, di harapkan dapat mengunakan metode variatif, yaitu menggunakan metode yang dapat melibatkan siswa secara aktif , salah satunya adalah metode pembelajaran metode listening team, agar proses belajar mengajar menjadi aktif, efektif dan menyenangkan.
c. Bagi Siswa, di harapakan berani mengemukakan pendapat, ide dan gagasan yang mereka miliki, dan juga dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Kristen, sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
d.  Bagi peneliti, mendapat pengalaman langsung dalam pelaksanaan model pembelajaran, sebagai persyaratan (unsur utama) untuk kenaikan pangkat jabatan fungsional tertentu dari golongan IIIc ke Golongan IIId.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Tinjauan Metode Two Stay Two Stray (TSTS)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MELALUI TEKNIK PLUS-MINUS-INTERESTING DI KELAS IV SD NEGERI TAHUN AJARAN 2015/2016


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat tergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di sekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Termasuk di dalamnya mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dapat lebih terarah dan hasil belajar siswa meningkat terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen, dan guru dapat memahami persoalan-persoalan belajar yang seringkali terjadi pada kebanyakan siswa dalam berbagai bentuk kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen maka guru harus memiliki bekal pemahaman tentang masalah-masalah belajar dan penggunaan teknikpembelajaran yang tepat.
Teknik pembelajaran yang tepat bertujuan mendiagnosiskan secara tepat suatu situasi pembelajaran tertentu, memiliki pengetahuan teknik pembelajaran efektif, bagaimana serta kapan menggunakannya, dapat memotivasi diri sendiri tidak hanya karena nilai atau motivator eksternal, mampu tetap tekun dalam tugas sehingga tugas itu terselesaikan, dan belajar secara efektif dan hasil belajar siswa menjadi lebih meningkat.
Berdasarkan pengamatan peneliti dan informasi dari guru kelas IV SD Negeri  guru telah berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.  Guru menyampaikan materi pelajaran dengan metode ceramah dan tanya jawab.
2. Gurumemberikan pembelajaran remedialbagi siswa yang tidak tuntas.
3. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi dengan membentuk siswa saling berpasangan.
Kenyataannya hasil belajar siswa belum sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah diidentifikasi sebelumnya, hal ini dapat dilihat dari gejala-gejala sebagai berikut:
1. Dari 12 orang siswa hanya 5 atau 41,67 % yang mencapai nilai di atas KKM yang telah ditetapkan, yaitu 65, sedangkan yang lain masih tergolong belum tuntas.
2. Hanya 6 atau 50 % yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan baik, sedangkan sisanya tidak mampu menjawab dengan baik.
3. Ketika diberikan soal ulangan, hanya 5 orang atau 41,67% siswa yang dapat menjawab soal dengan benar, sedangkan yang lainnya tidak dapat menjawab dengan benar.
4. Setiap kali diberi tugas rumah, rata-rata nilai siswa masih memperoleh nilai rendah, hal ini terlihat ketika diperiksa bersama-sama hanya 6 orang atau 50% siswa yang dapat menjawab tugas dengan benar Gejala-gejala tersebut, berkemungkinan dipengaruhi oleh metode guru selama ini, guru cendrung menggunakan metode ceramah, sehingga lingkungan belajar kurang kondusif.
Salah satu usaha guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen adalah dengan penerapan Teknik Plus-Minus Interesting. Teknik Plus-Minus-Interesting merupakan cara guru untuk membuat siswa untuk mempertimbangkan keputusan atau pendapat mereka dengan cermat, teknik ini juga dapat digunakan untuk membuat ringkasan yang baik. James Bellanca menjelaskan bahwa keunggulan TeknikPlus-Minus-Interesting adalah sebagai berikut:
1.  Meningkatkan kemampuan siswa mengerjakan tugas-tugas seperti proyek, esai, laporan, dan sebagaiberikut.
2. Menelusuri kemajuan yang didapat siswa selama jam pelajaran
3.  Dapat mengetahui pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, sehingga memicu meningkatnya kemampuan kognitif atau hasil belajar siswa.
Teknik Plus-Minus-Interesting yang menghendaki siswa saling bekerja secara produktif sehingga memicu meningkatnya hasil belajar siswa, maka peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian tindakan sebagai upaya dalam melakukan perbaikan terhadap pembelajaran dengan judul ”Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Melalui Teknik Plus-Minus-Interesting di Kelas IV SD Negeri Tahun Ajaran 2015/2016”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Apakah penerapan Teknik Plus-Minus-Interesting dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di kelas IV SD Negeri?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat ditingkatkan melalui Teknik Plus-Minus-Interesting di kelas IV SD Negeri.
2. Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan memperoleh manfaat antara lain:
a. BagiGuru
1.  Menambah pengetahuan guru terutama dalam bidang perbaikan pembelajaran.
2.  Menambah wawasan guru tentang peningkatan hasil belajar siswa melalui penelitian tindakan kelas.
b. Bagi siswa
1.  Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di kelas IV SD Negeri .
2.  Memberikan pengalaman baru bagi siswa berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas.
c. Bagi Sekolah
1. Meningkatkan prestasi sekolah yang dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa.
2.  Meningkatkan mutu tenaga pengajar khususnya pada guru Sekolah SD Negeri  dari segi penggunaan teknikpembelajaran yang tepat.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kerangka Teoretis
1. Teknik Plus-Minus-Interesting

Minggu, 07 Oktober 2018

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MELALUI METODE TEAM QUIZ PADA SISWA KELAS III SD NEGERI TAHUN AJARAN 2017/2018


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan ilmu dan teknologi membawa pengaruh pada tuntunan bahwa pendidikan diasumsikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dinamisasi zaman melaju dengan cepat menuntut dunia pendidikan untuk selalu melakukan pembaharuan dalam mengatasi masalahmasalah pendidikan.
Mutu pendidikan dapat terwujud jika proses pembelajaran diselenggarakan secara efektif, artinya dapat berlangsung secara lancar, terarah dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Salah satu komponen dari Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah pengembangan strategi mengajar. Strategi tersebut menuntut kreatifitas guru yang lebih tinggi dan hendaknya menyenangkan bagi siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
Pendidikan akan memberi pengaruh melalui kewibawaan dalam bentuk sikap. Perilaku edukatif dan keilmuannya yang dialihkan kepada siswa dengan metode yang tepat guna dan berhasil guna. Jadi prinsipnya dalam proses pembelajaran tersebut harus terjadi hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara siswa dan guru. Namun kenyataannya yang dihadapi tidaklah demikian dalam proses pembelajaran tidak berlangsung komunikatif, sehingga hanya terjadi komunikasi satu arah dan pembelajran yang efektif sulit terwujudkan. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan proses pembelajaran belum maksimal, seperti halnya pelaksanaan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen, masih ditemukan rendahnya penguasaan materi atau pemahaman materi, hal ini disebabkan juga kurangnya keaktifan dan minat siswa dalam proses pembelajaran.
Pelajaran Pendidikan Agama Kristen merupakan salah satu pelajaran yang menurut pengalaman peneliti mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Sebagai gambaran bahwa pada siswa kelas III SD Negeri, dimana para siswa masih mengalami kesulitan untuk mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 50 pada tiga kali tes formatif terakhir nilai rata-rata kelas bahkan hanya mencapai nilai 4,4 saja.
Salah satu usaha guru yaitu dengan melalui pemilihan metode yang baik, pembelajaran dengan metode yang benar berarti membantu guru agar tercapai peningkatan efektivitas dalam mengelola kelas. Metode yang tepat akan sangat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran dengan lebih baik sehingga hasil belajar yang diharapkan juga akan lebih baik pula.
Mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen merupakan mata pelajaran yang materinya berisikan ajaran Yesus Kristus, sehingga di sekolah guru sering terjebak menggunakan metode pengajaran yang digunakan lebih mengarah kepada metode ceramah atau bercerita saja. Padahal kedua metode tersebut dapat mendatangkan kebosanan siswa apabila guru yang memberikan meteri tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi atau keadaan siswa, selain itu metode tersebut membuat siswa kurang kreatif menggunakan semua aspek kecerdasannya. Karena itu jika terjadi kebosanan pada siswa maka akan berpengaruh pada minat siswa untuk mengikuti proses belajar.
Di sini akan dicobakan suatu strategi pembelajaran yang memerankan siswa bermain team Quiz dalam kelompok. Kelompok siswa diberi kegiatan dengan memilih topik materi yang dapat dibahas dalam kelompoknya. Diharapkan dengan kegiatan ini akan membantu mengaktifkan siswa, menumbuhkan semangat siswa dan juga meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan uraian di atas, peneliti mencoba mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul "UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MELALUI METODE TEAM QUIZ PADA SISWA KELAS III SD NEGERI TAHUN AJARAN 2017/2018".

B. Rumusan Masalah
1. Apakah melalui pembelajaran team Quiz dapat meningkatkan perhatian pada materi Pendidikan Agama Kristen pada siswa kelas III SD Negeri  tahun ajaran 2017/2018?
2. Apakah melalui pembelajaran team Quiz dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas III SD Negeri  tahun ajaran 2017/2018?
3. Bagaimana pembelajaran team Quiz yang dapat meningkatkan belajar pada siswa kelas III SD Negeri  tahun ajaran 2017/2018?
C. Tujuan Penelitian
Dengan mendasarkan permasalahan yang ada maka tujuan penelitian tindakan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.  Untuk mengetahui apakah melalui metode team Quiz dapat meningkatkan perhatian pada materi Pendidikan Agama Kristen siswa kelas III SD Negeri  tahun ajaran 2017/2018?
2.  Untuk mengetahui apakah melalui metode team Quiz dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas III SD Negeri tahun ajaran 2017/2018?
3. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh metode team Quiz dapat meningkatkan hasil belajar kelas III SD Negeri  tahun ajaran 2017/2018?
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dirumuskan manfaatnya baik secara teroritis maupun praktis:
1. Teoritis
Penelitian ini bermanfaat sebagai wacana pengembangan keilmuan pada pendidikan agama Kristen dan metode pembelajaran terkait usaha perbaikan kualitas pendidikan.
2. Praktis
a.  Guru dapat menerapkan metode team Quiz pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen sebagai strategi untuk meningkatkan hasil belajar.
b.  Sebagai masukan pengambilan kebijakan oleh pemerintah untuk pembinaan kepada guru terutama dalam hal penerapan strategi pembelajaran dan upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
E. Hipotesis Tindakan
Hipotesis dalam penelitian ini adalah metode team Quiz dapat meningkatkan motivasi, perhatian dan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen pada siswa kelas III SD Negeri 173416 Pollung tahun ajaran 2017/2018.
F. Definisi Operasional
Agar tidak terjadi perbedaan antara penafsiran dengan maksud utama penulis dalam penggunaan kata pada judul, maka akan dijelaskan dalam definisi istilah sebagai berikut :
1. Strategi Team Quiz
Strategi team Quiz adalah suatu pembelajaran menggunakan system Quiz, misalnya siswa membuat atau menjawab pertanyaan dengan waktu yang telah ditentukan atau saling berlomba adu kecepatan (Melsilbermen, 2007 : 163).
2. Hasil Belajar
Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relative mantap, harus merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup Panjang. Berapa lama periode itu berlangsung sulit ditentukan dengan pasti, tetapi perubahan itu hendaknya berlangsung merupakan akhir dari
suatu periode yang mungkin berlangsung berhari-hari berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun. Ini berarti kita harus mengeyampingkan perubahan-perubahan tingkah laku yang disebabkan motivasi, kelelahan, adaptasi, ketajaman perhatian atau kepekaan seseorang yang biasanya hanya berlangsung sementara.
Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti: perubahan dalam pengertian pemecahan suatu masalah / berfikir ketrampilan, kecakapan, kebiasaan, atapun sikap. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan yang terjadi pada diri individu tersebut setelah mengalami proses belajar.
Indikator dari hasil belajar adalah :
a. Nilai hasil belajar siswa
b. Keaktifan siswa dalam pembelajaran
c. Perhatian siswa dalam pembelajaran
Keaktifan dan perhatian merupakan indikator adanya minat siswa untuk mengikuti pembelajaran, sehingga hasil belajar tidak akan tercapai secara maksimal bila siswa tidak mempunyai minat untuk belajar.
G. Metode Penelitian
1. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah terjemahan research design, artinya rencana atau prosedur yang akan dilalui dalam mengumpulkan informasi untuk menjawab permasalahan penelitian. Rancangan penelitian berisi gambaran tentang; kapan penelitian dilakukan, dari mana data diperoleh dalam kondisi bagaimana subjek yang diteliti, bagaimana mengolah data dan melaporkannya (Hadeli, 2006 : 57).
2. Subjek Penelitian
Subjek yang akan diteliti adalah siswa kelas III SD Negeri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen.
3. Siklus Penelitian
Pada penelitian tindakan kelas ini terdapat empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi yang diikuti perencanaan ulang.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan hasilnya kemudian dianalisis. Dalam penelitian ini digunakan lembar soal berbentuk pilihan ganda, lembar observasi, dokumen nilai sebelum penerapan strategi Quiz.
5. Teknik Pengumpulan Data
Data merupakan informasi-informasi tentang objek penelitian. Data digunakan untuk menjawab masalah yang dirumuskan. Dalam penelitian ini cara mengumpulkan data menggunakan metode teknik :
a. Observasi
Observasi merupakan upaya yang dilakukan oleh pelaksanaan PTK untuk merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan perbaikan itu berlangsung dengan menggunakan alat bantu atau tidak (Basrowi Suwandi, 2008:139). Metode observasi atau pengamatan lansung pada penelitian ini untuk menyelidiki upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan perhatian, motivasi dan hasil belajar dengan strategi pembelajaran aktif.
b. Dokumentasi
Dokumen yang menyangkut para partisipan penelitian akan menyediakan kerangka bagi data yang mendasar. Termasuk kedalamannya adalah :
1. Koleksi dan analisis buku teks.
2. Kurikulum dan pedoman pelaksanaannya.
3. Arsip penerimaan murid baru.
4. Catatan rapat dan catatan tentang siswa.
5. Rencana pelajaran dan catatan guru.
6. Hasil karya siswa.
Metode dokumentasi pada penelitian ini digunakan untuk menggali data tentang hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen melalui nilai ulangan harian dan dokumen berkaitan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen.
c. Tes Formatif
Penilaian ini digunakan untuk mengukur satu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa terhadap pokok bahasan tersebut.
Tes formatif juga digunakan untuk mengetahui tingkat belajar siswa. Isi tes sesuai dengan materi pembelajaran.
6. Analisis Data
Analisis data merupakan usaha (proses) memilih, memilah, membuang dan amenggolongkan data untuk menjawab ua permasalahan pokok, yaitu:
a. Tema apa yang dapat ditemukan pada data-data ini.
b. Seberapa jauh data-data ini dapat menyokong tema tersebut.
Di dalam analisis data terdapat langkah mereduksi data, yaitu kegiatan pemilihan, penyederhanaan serta transformasi data kasar dari catatan pengamatan. Hasil reduksi berupa data yang murni diuraikan secara singkat, yang digolongkan sesuai tema yang ada (Basrowi, Suwandi, 2008: 131)
Analisis digunakan untuk menguji lebih dalam tentang hasil belajar dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas III SD Negeri tahun ajaran 2017/2018 menggunakan strategi pembelajaran aktif sehingga mampu melukiskan gambaran keadaan yang diteliti.

Jumat, 05 Oktober 2018

PENERAPAN STRATEGI POSTER COMMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN KELAS VII SMP NEGERI TAHUN AJARAN 2015/2016


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam rangka mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagaimana yang dikehendaki oleh tujuan Pendidikan Nasional, maka hendaknya pendidikan tidak hanya sebuah transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Pendidikan harus mampu mengantarkan manusia mencapai kompetensi intelektualitasnya sekaligus mengemban spiritualitas sebagai potensi kemanusiaannya. Diri manusia adalah entitas yang kompleks dengan potensi akal dan rasa yang harus dikembangkan secara berimbang. Pendidikan yang hanya menekankan pada pentingnya akal dan hanya dilakukan sebagai transfer pengetahuan dan teknologi saja, hanya akan mencetak manusia dengan mental robot. Untuk itu, pendidikan pun harus juga memberi kesadaran akan nilai-nilai dalam kehidupan manusia, sehingga perilaku dan sikap hidup manusia tidak hanya didasari pertimbangan rasio: benar salah, untung rugi, tetapi juga pertimbangan etis: baik buruk yang mencerminkan kualitas kemanusiaan.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Nasional, khususnya pendidikan dasar dan menengah pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Beberapa upaya tersebut antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu manajemen sekolah.
Dalam lingkup kelas maka guru mempunyai peran yang strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru merupakan personil sekolah yang memiliki kesempatan bertatap muka lebih banyak dengan siswanya. Dengan demikian peran dan tanggung jawab guru adalah menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan, mempersiapkan pelajaran, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.
Kenyataan di lapangan banyak guru yang memberi pelajaran untuk keperluan ujian yang segera akan dilupakan oleh anak-anak. Akan tetapi bukan itu hasil belajar yang diinginkan. Yang diharapkan ialah agar anak-anak memahami pelajaran secara mendalam sehingga ia lama mengingatnya serta dapat menggunakannya dalam hidupnya.
Seorang guru bukan hanya sekedar pemberi ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Akan tetapi, dia seorang tenaga profesional yang dapat menjadikan murid-muridnya mampu merencanakan, menganalisis dan menyimpulkan masalah yang dihadapi. Permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen adalah masih rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep pendidikan agama Kristen yang diajarkan guru. Bukti-bukti penilaian ulangan harian dan ulangan umum menunjukkan bahwa prestasi belajar pendidikan agama Kristen belum sesuai dengan standar ketuntasan minimal.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan perubahan pola pikir yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan kurikulum masa lalu, proses belajar mengajar terfokus pada siswa, akibatnya KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lebih menekankan pada pengajaran dari pada pembelajaran. Untuk itu penerapan berbagai macam metode dan strategi dalam pembelajaran penting dilakukan, termasuk pengajaran dengan gambar. Dalam penelitian ini, peneliti akan menerapkan strategi poster comment yang merupakan salah satu dari berbagai jenis metode-metode yang ada dalam pembelajaran. Metode ini bisa diterapkan untuk pembelajaran pendidikan agama Kristen  Metode ini dipilih karena bisa memunculkan ide apa yang terkandung dalam suatu gambar. Gambar tersebut tentunya sesuai dengan materi. Apabila ingatan dan pemahaman siswa tentang sebuah materi telah meningkat dan siswa bisa menguasai materi, maka target dan tujuan pembelajarn akan semakin mudah untuk dicapai. Selanjutnya, peran guru tentu sangat penting dalam pendidikan termasuk didalamnya ada proses belajar dan mengajar.
Guru yang profesional adalah guru yang ahli dalam bidang keguruannya. Seorang guru yang profesional dituntut untuk memiliki berbagai  kompetensi, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa guru sebagai penggagas perubahan di tengah masyarakat, dituntut untuk menguasai kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. 
Berdasarkan itu semua guru, di dalam penguasaannya dalam pedagogik yang berkaitan dengan kemamupan belajar dan mengajar di kelas, guru harus mempunyai strategi atau cara pembelajaran yang baik  dan efesien. Semua orang tahu bahwa dalam semua ikhtisar pendidikan guru mempunyai peranan kunci, disamping faktor-faktor lain seperti sarana prasarana, biaya, kurikulum, sistem pengelolaan, dan peserta didik sendiri.
Intinya  guru adalah pemimpin di dalam kegiatan belajar dan mengajar di kelas. Berhasil dan tidaknya kegiatan pembelajaran adalah ditentukan oleh seorang guru.  Guru Sebagai pemimpin pembelajaran di kelas guru dituntut untuk menjadikan suasana pembelajaran di kelas menjadi terarah dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. 
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penerapan strategi yang bervariasi perlu dilaksanakan. Maka dengan ini Guru tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul: Penerapan Strategi Poster comment Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam  Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VII SMP Negeri Tahun Ajaran 2015/2016.
B.  Batasan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka dapat ditarik batasan masalah yang dibahas sebagai berikut:
1.  Bagaimana perencanaan penerapan strategi poster comment untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 4 Doloksanggul pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen?
2.  Bagaimana penerapan strategi poster comment untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas kelas VII SMP Negeri  pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen?
3.  Bagaimana hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri setelah diterapkannya strategi  poster comment?
C.   Tujuan Penelitian
Sesuai masalah yang akan dikaji, maka penelitian ini bertujuan untuk:
1.    Mengetahui perencanaan penerapan strategi poster comment untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri  pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen.
2.    Mengetahui penerapan strategi poster comment untuk meningkatkan hasil belajar siswa VII SMP Negeri  pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen.
3.    Mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen setelah diterapkannya strategi  poster comment.
 D.  Manfaat Penelitian 
a. Secara Teoritis
Hasil penelitian atau temuannya tentang strategi  poster comment ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan pada umumnya dan bidang pembelajaran agama Kristen khususnya.
b. Secara Praktis
Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan atau diterapkan oleh tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas sehari-harinya baik sebagai pengelola sekolah, guru dan siswa sendiri.
1. Bagi Guru dapat memberikan masukkan tentang strategi  poster comment dengan menyenangkan.
2. Bagi Kepala Sekolah dengan adanya hasil temuan penelitian ini Kepala Sekolah dapat menindaklanjuti tentang hasil temuan ini untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
  
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Strategi