Menu

Rabu, 10 Oktober 2018

MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS VI PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENERAPKAN METODE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DI SD NEGERI TAHUN PELAJARAN 2017/2018


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap guru pasti menginginkan keberhasilan dalam proses pembelajarannya, hal ini dapat diukur melalui evaluasi yang dilakukannya. Keberhasilan atau kegagalan guru dalam menjalankan pembelajaran banyak ditentukan oleh kecakapannya dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang tepat.
Guru dituntut memiliki tingkat profesionalisme tinggi dan keterampilan dalam mengajar. Adanya kemampuan dan keterampilan mengajar ini penting dimiliki dan dilaksanakan oleh guru dalam setiap proses pembelajaran agar aktivitas belajar siswa dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang optimal, sehingga siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Pada dasarnya mengajar merupakan usaha guru dalam menciptakan suasana belajar, strategi dan model pembelajaran yang diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi siswa. Selain itu guru juga memegang peran yang cukup penting dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Sebab apa yang dilakukan guru akan ikut menentukan keberhasilan belajar siswa di dalam kelas.
Proses belajar-mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Belajar adalah perubahan perilaku seseorang akibat pengalaman yang ia dapat melalui pengamatan, pendengaran, membaca dan meniru. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, berfikiran modern, cekatan, pandai, dan bijaksana diperdapat melalui proses membaca, melihat, mendengar, dan meniru. Tentu saja agar tujuan yang ingin diraih guru tercapai maka para guru harus selalu berusaha melakukan inovasi-inovasi dalam melaksanakan tugasnya.
Berkaitan dengan itu, ada sejumlah kompetensi yang harus selalu dikuasai dan ditingkatkan oleh para guru berhubungan dengan tugasnya tersebut, salah satunya adalah kompetensi menggunakan model pembelajaran. Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar peserta didik di kelas. Salah satu kegiatan yang sebaiknya guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan penentuan metode pembelajaran yang akan dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Aspek penting dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran yang dipakai oleh seorang guru. Model pembelajaran adalah suatu perencanaa untuk suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial. Model pembelajaran yang akan di gunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.
Model pembelajaran memiliki peran penting dalam upaya mencapai tujuan dalam pembelajaran. Karena model pembelajaran merupakan kerangka konseptual berupa pola prosedur sistematik yang dikembangkan berdasarkan teori dan digunakan dalam mengorganisasikan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar. Ciri Utama sebuah model pembelajaran adalah adanya tahapan pembelajaran. Tanpa model pembelajaran, materi pelajaran tidak akan berproses secara efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Salah satu cara membuat siswa aktif adalah dengan menciptakan suasana belajar sedemikian rupa sehingga siswa bekerja sama secara gotong royong. Kerja sama siswa ini biasanya diwujudkan dengan penggunaan metode belajar kelompok. Langkah operasional atau cara yang digunakan untuk menerapkan model pembelajaran yang dipilih disebut metode pembelajaran.
Adapun salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat membuat keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen adalah dengan mengunakan Metode Two Stay Two Stray (TSTS). Strategi yang diperkenalkan oleh Spence Kagan, strategi ini pada dasarnya dibangun melalui berfikir, berbicara, dan menulis. Struktur Dua Tinggal Dua Tamu memberi kesemptan siswa untuk membagikan informasi kepada kelompok lain.
Proses pembelajaran dengan menggunakan metode Two Stay Two Stray (TSTS) memiliki manfaat yang besar terhadap siswa, diantaranya adalah siswa menjadi lebih aktif dalam belajar, menambah kekompakan serta rasa percaya diri pada siswa, dan membantu meningkatkan minat dan prestasi siswa.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VI Pada Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Menerapkan Metode Two Stay Two Stray (TSTS) di SD Negeri Tahun Pelajaran 2017/2018”.
B. Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang ada diatas, peneliti merumuskan pertanyaan sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud metode TSTS terhadap keaktifan belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Negeri ?
2. Bagaimana penerapan metode TSTS terhadap keaktifan belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen di SD Negeri ?
3. Adakah pengaruh metode TSTS terhadap keaktifan belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen di SD Negeri?
C. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen pada umumnya kurang diminati oleh siswa karena cara mengajar guru yang monoton.
2. Metode dan teknik pembelajaran yang masih konvensional dan terkadang membuat suasana belajar menjadi kurang menyenangkan.
3. Tingkat keaktifan siswa dalam belajar yang masih rendah.
4. Kurangnya respon siswa untuk memperhatikan penjelasan guru ketika proses pembelajaran berlangsung.
D. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian lebih terarah, terfokus, dan tidak menyimpang dari sasaran pokok penelitian. Oleh karena itu, penulis memfokuskan kepada pembahasan atas masalah-masalah pokok yang dibatasi dalam konteks permasalahan yang terdiri dari:
1. Metode yang digunakan yaitu metode TSTS.
2. Minat belajar siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Kristen.
E. Tujuan Penelitian
1.  Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui penerapan pembelajaran metode TSTS pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Negeri.
2.  Untuk mengetahui minat belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran metode TSTS pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Siswa SD Negeri.

F. Kegunaan Hasil Penelitian.
a.  Bagi Sekolah, hasil penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan dalam metode pembelajaran sekolah, sehingga proses serta hasil kegiatan belajar mengajar optimal.
b.  Bagi Guru, di harapkan dapat mengunakan metode variatif, yaitu menggunakan metode yang dapat melibatkan siswa secara aktif , salah satunya adalah metode pembelajaran metode listening team, agar proses belajar mengajar menjadi aktif, efektif dan menyenangkan.
c. Bagi Siswa, di harapakan berani mengemukakan pendapat, ide dan gagasan yang mereka miliki, dan juga dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Kristen, sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
d.  Bagi peneliti, mendapat pengalaman langsung dalam pelaksanaan model pembelajaran, sebagai persyaratan (unsur utama) untuk kenaikan pangkat jabatan fungsional tertentu dari golongan IIIc ke Golongan IIId.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Tinjauan Metode Two Stay Two Stray (TSTS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar